Berasal dari marga TUASAYA (dibaca Tosaya) setelah perubahan marga oleh pemerintah Belanda akibat pertengkaran dalam mata rumah TUASAYA maka SAIYA mempunyai arti yang sama dengan kata SAYANG.

Pada waktu dulu sebelum penulisan balok menjadi populer dikalangan orang modern, penulisan sambung sangat terkenal karena itu orang-orang tua terkenal baik dengan menulis indah. Dari sinilah mengapa sampai terjadi kesalahan dalam penulisan marga SAIYA, serta mengapa sampai keturunan marga SAIYA sering beradu pendapat mengenai penulisan nama marga (FAMILY NAAM) yang tepat.

mulainya perbedaan penulisan muncul tiga penulisan marga yang berbeda namun mempunyai arti yang sama, yaitu: SAIJA, SAIYA, dan SAYA (ketiganya dibaca dengan SAIYA).

Penulisan sebenarnya dalam tulisan sambung adalah saija (dibaca saiya):

• Pada marga SAYA perubahan marga disebabkan penulisan sambung pada marga SAIJA (seakan-akan huruf i dan j saling menyambung (lihat pada penulisan diatas), sehinga pada akhirnya mengalami kesalahan penulisan oleh beberapa generasi sesudah penulisan sambung tidak populer) .

• Pada marga SAIYA tidak ada kesalahan penulisan tapi sesuai dengan penyempurnaan eyd (ejaan yang disempurnakan dalam bahasa indonesia) contoh *djakarta = jakarta *jotce = yoce dsb, sehinga SAIJA sering dibaca atau disebut dengan SAIYA .

• Pada marga SAIJA tidak ada kesalahan penulisan sejak adanya perubahan nama marga.

Oleh Gerson Saiya (Ony Saiya – Met)